Minggu, 15 Maret 2020

MAKALAH PRINSIP DASAR SENAM


MAKALAH PRINSIP DASAR SENAM

Posted: 14 Mar 2020 10:05 AM PDT


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang

Cabang olahraga senam di indonesia mewarisi sejarah dan tradisi yang cukup panjang dalam perkembangannya. Diawali dari perkembangan yang didorong oleh militer di masa-masa kependudukan belanda dan jepang, senam pernah identik dengan olahraga militer di masa-masa awal kemerdekaan dengan dominasi pelatih yang juga datang dari latar belakang kemiliteran yang kuat. Senam hanya berkembang dan diajarkan pada sekolah-sekolah tinggi olahraga saja. Sedangkan pada masyarakat umum, senam masih sangat minim. Biaya yang relatif mahal untuk melakukan senam itu sendiri membuat perkembangan senam terhambat.

Untuk memahami senam tersebut, dalam makalah ini kami mengupas tentang pengertian senam, sejarah dan perkembangannya, bagaimana prinsip latihan senam, macam-macam senam dan langkah-langkah melakukan senam serta manfaatnya.


B.     Rumusan masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan senam?
2.      Bagaimana prinsip dasar senam?
3.      Bagaimana sejarah senam bisa di dunia hingga indonesia?
4.      Apa saja macam-macam senam itu?
5.      Apa manfaat senam bagi tubuh kita?




C.     Tujuan penulisan
1.      Mengetahui apa itu senam
2.      Mengetahui apa saja prinsip dasar senam
3.      Mengetahui sejarah senam di dunia dan di indonesia
4.      Mengetahui macam-macam senam dan langkah-langkah melakukannya
5.      Mengetahui manfaat dari senam


D.    Manfaat penulisan
1.      Bagi kalangan pelajar untuk menggali ilmu seputar senam
2.      Bagi masyarakat umum untuk menambah wawasan tentang senam

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.
4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis

Sabtu, 14 Maret 2020

MAKALAH PRILAKU TERCELA


MAKALAH PRILAKU TERCELA

Posted: 13 Mar 2020 10:03 AM PDT


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perilaku Tercela adalah perbuatan yang tidak Diridhoi oleh Allah. Seorang Menganiaya berarti menyiksa, menyakiti dan berbagai bentuk ketidakadilan seperti menindas, mengambil hak orang lain dengan paksa dan lain-lainnya. Aniaya termasuk perbuatan tercela yang dibenci Allah SWT bahkan sesama manusia. Berbuat Aniaya berarti berbuat dosa. Oleh karena itu, aniaya akan mendatangkan akibat-akibat buruk yang akan diterima oleh pelakunya. Dewasa ini banyak sekali perilaku aniaya bahkan telah menjadi trend dikalangan orang yang memiliki kedudukan tinggi. Mereka selalu menilai seseorang dan memperlakukan seseorang sesuai dengan status sosialnya. Bila seorang pejabat telah menilai seseorang itu jauh lebih rendah dari status sosial yang di jabatnya, bukan tidak mungkin ia akan berbuat seenaknya sendiri. Sungguh moral manusia sudah sangat rusak akibat perilaku tercela tersebut.
Disisi lain, Al-Qur'an juga mengemukakan dan memberi peringatan tentang akhlak-akhlak buruk atau tercela yang dapat merusak iman seseorang dan pada akhirnya akan merusak dirinya serta kehidupan masyarakat. Akhlak buruk itulah yang disampaikan oleh rasulullah yang ditunjukkan oleh kaum Quraisy dahulu untuk memojokkan kebenaran yang disampaikan rasulullah sebagaimana yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Quraisy seperti Abu jalal, Walid bin mugirah, Akhnas bin syariq, Aswad bin abdi Yaquts. Oleh karena itu, iman merupakan suatu pengakuan terhadap kebenaran dan harus dipelihara serta di tingkat kan kualitas nya melalui sikap dan perilaku terpuji.
Sifat terpuji dan tercela yang tertanam dalam diri manusia selalu berdampingan dan terlihat dalam perilaku sehari-hari. Apabila perilaku seseorang menampilkan kebaikan, maka terpujilah sikap orang tersebut. Sebaliknya, apabila perilaku seseorang menmpilkan kebaikan atau kejahatan, maka tercelalah sikap orang tersebut. Sifat tercela sangat dilarang oleh Allah SWT dan harus dihindari dalam pergaulan sehari-hari karena akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.




1.2. Rumusan Masalah
1.2.1.      Jelaskan pengertian dari sifat Ghibah?
1.2.2.      Jelaskan pengertian dari Prasangka Buruk?
1.2.3.      Jelaskan pengertian dari sifat Hasad?
1.2.4.      Jelaskan pengertian dari sifat Boros?
1.2.5.      Jelaskan pengertian dari sifat Namimah?

1.3. Tujuan Masalah
1.3.1.      Untuk mengetahui pengertian dari sifat gibah.
1.3.2.      Untukl mengetahui pengertian dari berprasangka buruk.
1.3.3.      Untuk mengetahui pengertian dari sifat hasad.
1.3.4.      Untukn mengetahui pengertian dari berperilaku boros.
1.3.5.      Untuk mengetahui pengertian dari sifat namimah.

1.4. Manfaat Masalah
1.4.1.      Agar kita dapat mengetahui bagaimana sifat ghibah.
1.4.2.      Agar kita mengetahui bagaimana prilaku buruk.
1.4.3.      Agar kita mengetahui bagaimana sifat hasad.
1.4.4.      Agar kita mengetahui bagaimana sifat boros.
1.4.5.      Agar kita mengetahui bagaikmana penjelasan namimah.

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.
4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis

Jumat, 13 Maret 2020

MAKALAH POSISI STRATEGIS INDONESIA


MAKALAH POSISI STRATEGIS INDONESIA

Posted: 12 Mar 2020 10:01 AM PDT


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Poros Maritim Dunia adalah menjadikan Indonesia sebagai negara maritime yang besar, kuat, dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritime, pengamanan kepentingan dan keamanan maritime, pemberdayaan seluruh potensi maritime demi kemakmuran bangsa, pemerataan ekonomi Indonesia melalui tol laut, dan melaksanakan diplomasi maritime dalam politik luar negeri Indonesia lima tahun kedepan. Sehingga dapat kita mengerti, bahwa untuk menuju negara Poros Maritim Dunia akan mencakup praktek dan proses pembangunan maritime diberbagai aspek, seperti politik, sosial-budaya, pertahanan, infrastruktur, dan terutama sekali ekonomi.
Posisi strategis Negara Kesatuan Republik Indonesia diantara persilangan samudra Hindia dan samudra Pasifik secara otomatis memberikan banyak potensi sumber daya ekonomi laut yang bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk masa depan bangsa dan tulang punggung pembangunan nasional, namun pemanfaatan potensi sumber daya laut secara optimal haruslah diarahkan pada pendayagunaan sumber daya ikan dengan memperhatikan daya dukung yang ada dan kelestariannya guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Indonesia secara astronomis terletak pada 6ºLU- 11ºLS dan antara 95º BT- 141ºBT. Letak secara astronomis berarti letak berdasarkan garis lintang dan bujur.Indonesia menjadi Negara beriklim tropis, dengan curah hujan yang tinggi, menerima penyinaran matahari sepanjang tahun, dan banyak penguapan sehingga kelembapan udara tinggi.

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.

4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download  Gratis

Kamis, 12 Maret 2020

MAKALAH Posisi Silang


MAKALAH Posisi Silang

Posted: 11 Mar 2020 10:52 AM PDT


BAB I
  PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Secara geografis negara Indonesia terletak diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta terletak di antara dua samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Hal ini menyebabkan Indonesia terletak pada posisi yang strategis sebab berada di jalur perdagangan dan pelayaran internasional. Indonesia menjadi tempat persinggahan untuk para pedagang, eksportir, importir, dan para perantara perdagangan dari luar negeri yang akan melaksanakan kegiatan ekonominya di Benua Asia menuju ke Benua Australia atau sebaliknya.Selain itu, Indonesia juga mempunyai iklim musim yang menyebabkan pergantian musim kemarau dan penghujan. Keadaan iklim Indonesia menjadikan komoditas pertanian yang dihasilkan di Indonesia mempunyai keunikan tersendiri dari daerah lainnya.

Di tempat transit atau persinggahan itu para pelaku kegiatan ekonomi luar negeri banyak melaksanakan transaksi dengan warga domestik yang membawa keuntungan besar untuk dunia pereonomian Indonesia. Menurut jurnal yang berjudul Frameworks for Global Strategic Analysis yang ditulis oleh Donald R.Lessard (2003), adanya globalisasi menyebabkan persaingan di industri semakin ketat. Untuk memperbesar perusahaan salah satunya dilakukan dengan memperluas jaringan melewati batas nasional dan menuju ke sumber-sumber strategis.
Jadi itu menyatakan bahwa lokasi geografis yang strategis menentukan keberlangsungan kegiatan perusahaan dan kegiatan perekonomian negara dalam kancah dunia internasional di era globalisasi. Untuk mencapai keuntungan yang optimal maka suatu perusahaan wajib menembus pasar internasional. Oleh sebab itu dalam pembahasaan ini, kami membahas mengenai "Potensi Letak Geografis Indonesia yang Strategis" sebab posisi geografis ini adalah salah satu keunggulan kompetitif Indonesia agar perekonomian Indonesia tetap maju dan berkembang di era globalisasi ini.


( 1 )
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan posisi silang Indonesia?
2. Apa dampak positif dan negatif  posisi silang Indonesia?
3. Bagaimana cara mempertahankan Indonesia dalam posisi silang?

1.3 TUJUAN

1. Mengetahui apa yang dimaksud posisi silang dari Indonsesia.
2. Mengetahui cara mempertahankan Indonesia dalam posisi silang.
3. Mengetahui dampak positif dan negatif posisi silang Indonesia.

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.
4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis

Rabu, 11 Maret 2020

MAKALAH POSISI SILANG INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA


MAKALAH POSISI SILANG INDONESIA SEBAGAI POROS MARITIM DUNIA

Posted: 10 Mar 2020 10:45 AM PDT


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tahukah makna dan urgensi "(Geo) Posisi Silang" di mata global? Itulah takdir geopolitik Indonesia yang jarang dipunyai oleh negara-negara lain di dunia. Sebuah letak geografi yang berada antara dua benua (Asia dan Australia) serta di antara dua samudera (Lautan Hindia dan Lautan Pasifik), jika ditarik masing-masing garis akan membentuk persilangan di peta Indonesia. Dan sudah bisa dipastikan, posisi yang demikian niscaya memiliki DAYA TAWAR TINGGI di panggung global.
Secara geoposisi, meniscayakan republik ini merajut hubungan dengan berbagai negara pada kedua benua tersebut. Tak bisa tidak. Ia akan memegang (kendali) posisi kunci di antara negara tersebut di satu sisi, namun pada sisi lain, ia bisa saja 'diplokoto'(diperkuda) — mungkin hanya dijadikan buffer zone (wilayah penyangga) belaka, atau jangan-jangan cuma sekedar proxy war (lapangan tempur) bagi kepentingan negara-negara lain tetapi mengambil lokasi di Bumi Pertiwi. Silahkan pilih mana atau mau jadi apa, maka tergantung geostrategi dan policy pemerintah serta bagaimana anak bangsa ini menyikapi secara cerdas takdir geo (politik) posisi tersebut.
Tak dapat disangkal, keberadaan dalam pusaran serta lintasan dua samudera di jalur pelayaran (serta penerbangan) internasional, meniscayakan pelabuhan-pelabuhannya baik pelabuhan laut maupun bandara udara menjadi persinggahan atau titik transit strategis bagi hilir-mudik pelayaran dan penerbangan jenis apapun di dunia. Inilah urgensi simpul-simpul TRANSPORTASI di posisi (geopolitik) silang. Data menggambarkan, bahwa Indonesia memiliki 39 selat dimana 4 selatnya termasuk chokepoint shipping dari 9 selat-selat tersibuk di dunia semacam Selat Hormuz, atau Selat Malaka, dan lain-lain.
Saat ini saja, "Hampir 50 persen perdagangan laut komersial dunia dilakukan melalui perairan Indonesia dan perairan regional kawasan ini. Hampir dipastikan bahwa negara-negara lain sebagai pengguna jalur strategis ini memiliki arti yang sangat vital dan strategis bagi perdagangan internasional," ungkap Gubernur Lemhanas, Prof Dr Ir Budi Susilo Soepandji dalam seminar nasional yang digelar GMNI di Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu (3/5/2014).

B. TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu
1. Mengetauhi dan memahami tentang posisi silang poros maritim Indonesia
2. Mengetahui Pengaruh posisi silang Indonesia
3. Mengetahui Poros Maritim dengan posisi Indonesia di Samudera Hindia

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.

4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis

Selasa, 10 Maret 2020

MAKALAH poros maritin dunia


MAKALAH poros maritin dunia

Posted: 09 Mar 2020 10:43 AM PDT


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.
Gagasan untuk menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai poros maritim dunia yang pertama kali disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya setelah pelantikan di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada tanggal 20 Oktober 2014 dengan mengatakan "bahwakita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, dan memunggungi selat dan teluk, dan kini saatnya kita mengembalikan semuanya, sehingga Jalesveva Jayamahe, di laut justru kita jaya, sebagaimana semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana", terus mendapat perhatian luas dan respon yang sangat beragam, baik dari masyarakat di dalam negeri maupun di luar negeri.
Meski demikian, gagasan poros maritim dunia yang digagas oleh Presiden Joko Widodo tersebut terasa berbeda dengan wacana serupa sebelumnya. Karena, gagasan mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai poros maritim dunia yang kembali disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Timur ke-9 dihadapan seluruh Kepala Negara anggota Asean, pada tanggal 13 Novemver 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar itu lebih memberikan harapan dan rasa optimisme yang lebih kuat.
5 (lima) pilar penting yang disampaikan Presiden Joko Widodo sebagai syarat mutlak untuk menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai poros maritim dunia, yang meliputi:
1. diplomasi maritim Indonesia di Asean;
2. Pemanfaatan sumber daya ekonomi laut bagi kesejahteraan rakyat Indonesia
3. Membangun budaya maritim;,
4. Urgensi pertahanan dan kemanan maritim;
5. pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim Indonesia;
harus dapat dijalankan secara selaras dengan mengikuti ketentuan dalam Pasal 33 Ayat (3) Undang-undang Dasar Tahun 1945, yang menyatakan bahwa: "bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat".
Posisi strategis Negara Kesatuan Republik Indonesia diantara persilangan samudra Hindia dan samudra Pasifik secara otomatis memberikan banyak potensi sumber daya ekonomi laut yang bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk masa depan bangsa dan tulang punggung pembangunan nasional, namun pemanfaatan potensi sumber daya laut secara optimal haruslah diarahkan pada pendayagunaan sumber daya ikan dengan memperhatikan daya dukung yang ada dan kelestariannya guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Selain itu, juga diarahkan untuk meningkatkan penerimaan devisa negara, menyediakan perluasan serta kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, nilai tambah, daya saing hasil perikanan, serta menjamin kelestarian sumber daya ikan, tersedianya lahan budi daya ikan, dan tata ruang.
Meski demikian, hal itu tidaklah mudah. Sebab, selama ini pembangunan nasional senantiasa dilaksanakan dengan pendekatan pembangunan konvensional. Pola pembangunan konvensional lebih mengutamakan target (kuantitas) di aspek pertumbuhan ekonomi (economic growth development) dan mengabaikan dimensi proses. Selain itu, dalam pola pembangunan konvensional, sumber daya alam dan kelestarian lingkungan pasti disubordinasikan di bawah kepentingan ekonomi dan dunia bisnis.
Sehingga, pembangunan nasional yang didasarkan atas orientasi kuantitas pertumbuhan ekonomi semata cenderung dilakukan dengan pendekatan keamanan yang sangat represif (repressive security approach) melalui cara yang tidak lazim seperti: memarjinalisasi hak-hak penguasaan dan pemanfaatan sumber daya alam, perusakan lingkungan, melemahkan adat-istiadat, sistem kepercayaan masyarakat setempat, dan sebagainya.
Kondisi diatas akan memaksa cost of development suatu negara menjadi mahal karena berpotensi menjadi hilang atau semakin terbatasnya sumber-sumber kehidupan ekonomi (economical cost), kerusakan serta degradasinya sumber daya alam (ecological cost) dan kerusakan tatanan kehidupan sosial budaya masyarakat setempat atau social and cultural cost (I Nyoman Nurjaya, 2008, hal. 3-4).
Guna mencegah hal di atas, maka pengakuan terhadap pemerintahan desa melalui Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa tentu menjadi sangat penting. Karena, sampai saat ini masih banyak desa pesisir yang belum mendapat perhatian dari pemerintah akibat belum adanya pengakuan terhadap pemerintahan desa sebagai bagian dari aparatur pemerintah yang melakukan pemerintahan serta pembangunan untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil, makmur, sentosa, dan sejahtera, khususnya bagi masyarakat desa pesisir.
Dengan disahkannya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang kemudian dirubah atau di revisi menjadi Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka diharapkan pemerintah Indonesia bisa memberikan perhatian kepada desa guna mengembangkan potensi potensi sumber daya ekonominya.
Salah satu kewajiban pemerintah yang diatur di Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa ialah menetapkan anggaran sebesar 10 persen dari dana perimbangan, di luar dari dana transfer daerah, yang sudah dikurangi dana alokasi khusus, yang jumlahnya diperkirakan mencapai angka Rp. 103,6 triliun per-tahun untuk dibagikan kepada 74.093 desa se-Indonesia guna mendorong roda ekonomi dan pembangunan yang di desa.
Dengan demikian, maka setiap desa diperkirakan akan mendapatkan dana Rp. 1,4 miliar per-tahun untuk menggerakkan laju ekonomi serta pembangunan di desa. Namun, penggunaan dana desa tersebut harus tetap disinergikan dengan visi menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Sebab, sebagai negara maritim terbesar di dunia dengan wilayah laut yang mencapai 75 persen dari keseluruhan wilayah, pencapaian dari hasil sumber daya ekonomi laut Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1996 yang hanya 3 juta ton (peringkat ke-6 dunia), pada tahun 2004 menjadi 7,5 juta (peringkat ke-4 dunia), dan di tahun 2013 sebesar 19,3 juta ton (peringkat ke-3 dunia), masih jauh dari besarnya potensi yang dimiliki (Rokhim Dahuri, 2014, hal. 2-3).
Selain itu, kontribusi yang diperoleh dari seluruh sektor kelautan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sebesar 20 persen, padahal di negara-negara yang potensi sumber daya ekonomi lautnya jauh lebih kecil dari pada Indonesia, seperti: Islandia, Norwegia, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, kontribusi dari sumber daya ekonomi lautnya terhadap PDB sudah berada di atas 30 persen.
Untuk itu, maka arah pembangunan nasional ke depan haruslah diarahkan pada upaya-upaya optimalisasi pengelolaan potensi sumber daya ekonomi laut di desa pesisir. Dengan mengoptimalkan pengelolaan potensi ekonomi laut yang ada di desa pesisir, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bisa mewujudkan gagasan poros maritim dunia dan memberdayakan masyarakat pesisir.
Di awal tahun ini, pemerintah telah berupaya untuk dapat merealisasikan gagasan poros maritim dunia melalui upaya percepatan pembangunan desa pesisir dengan meningkatkan dana desa dari yang awalnya hanya Rp. 9,1 triliun menjadi 20,77 triliun. Namun, setelah anggaran dana desa itu disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bukan berarti 74.093 desa di Tanah Air bisa segera menerima serta menikmatinya. Sebab, begitu banyak aral yang menghadang, mulai dari perebutan urusan kewenangan antara Kementerian Dalam Negeri dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, hingga tidak secepatnya dana tersebut disalurkan ke desa, padahal dana desa itu telah dicairkan oleh pemerintah pusat ke rekening pemerintah kabupaten/kota.
Persoalan menjadi semakin rumit karena tidak semua aparatur pemerintah desa terbiasa dengan urusan administrasi yang menjadi syarat pencairan dari dana desa. Sementara pendamping dari pemerintah yang diharapkan bisa meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah desa ternyata baru datang menjelang akhir tahun. Sehingga, pelaksaan program dana desa di tahun pertama ini tidak berjalan mulus, karena hingga akhir November 2015 masih ada 5.026 desa yang belum menerima dana desa tersebut (Antony Lee, Opini Harian Kompas, 15 Desember, Perubahan di Pelosok Negeri, hal. 7)..
Sementara itu bagaimana dengan persiapan desa pesisir Kota Surabaya, yang selama ini selain terkenal sebagai kota industri dan juga salah satu kawasan maritim di Indonesia, dalam milik Indonesia sebagai poros maritim dunia tersebut.


B. Rumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka didapatkan rumusan masalah sebagaimana berikut "bagaimana upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya ekonomi laut desa pesisir di Kota Surabaya untuk mewujudkan poros maritim dunia".
C. Tujuan.
1. Untuk mengetahui potensi ekonomi laut di desa pesisir Kota Surabaya.
2. Untuk merumuskan upaya-upaya optimalisasi pengelolaan potensi sumber daya ekonomi laut di desa pesisir Kota Surabaya untuk mewujudkan poros maritim dunia.

D. Manfaat.
1. Bagi tim penulis, sebagai media pembelajaran untuk dapat mengetahui potensi ekonomi laut yang ada di desa pesisir Kota Surabaya.
2. Bagi Pemerintah, sebagaibahan masukandan saran tentang upaya yang dapat diambilsebagai kebijakan untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi sumber daya ekonomi laut di desa pesisir Kota Surabaya di dalam rangka menjadikan Negara Kesatuan Republiik Indonesia sebagai porosmaritimdunia.
3. Bagi Masyarakat, sebagaimedia informasidan pengetahuan mengenai potensisumberdayaekonomi lautyang ada di desa pesisir Kota Surabaya.

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.
4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis

Senin, 09 Maret 2020

MAKALAH POPULASI


MAKALAH POPULASI

Posted: 08 Mar 2020 10:41 AM PDT


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Populasi yaitu dalam Kamus Bahasa Indonesia populasi dapat berarti sekelompok orang, benda atau hal yang menjadi sumber pengambilan sampel; sekumpulan yang menjadi syarat tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian. Dan menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karasteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti.Sehingga populasi dalam statistika tidak terbatas pada sekelompok orang, tetapi juga binatang atau apa saja yang menjadi perhatian kita. Misalnya populasi bank swasta di Indonesia, tanaman, rumah, alat-alat perkantoran, dan jenis pekerjaan.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pendahuluan diatas, maka kita yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah apa saja yang unsur-unsur yang ada dalam ekolgi maupun konsep dasar dari ekologi.

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui unsur-unsur ekologi yang terdapat di dalam peri kehidupan alam ini.Selain itu, pembuatan makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari Mata Pelajaran IPA Kelas XII.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini adalah agar pembaca lebih memahami pengertian dari ekologi, maupun unsur-unsur di dalam ekolgi.

Untuk Lebih Lengkap
Silahkan Download Di Sini!!!
Cara Download :
1. Klik Link/ Tulisan Download
2. Anda akan menemukan halaman baru adf.ly/
3. Klik pojok kanan atas Skip.
4. Pilih tombol Allowpada pojok kiri atas
5. Kini anda bisa Download Gratis
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!